Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya menyebut partainya akan mengusulkan 6 nama untuk diperjuangan sebagai Capres dan Cawapres 2024 kepada Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Golkar dan PPP.

Ditemui di balai kota, Bima yang juga Wali Kota Bogor ini mengatakan, bahwa 6 nama itu akan dimatangkan dalam Rakernas PAN pada 27 Agustus 2022.

“Enam nama itu, merupakan aspirasi dari internal PAN. Mereka akan diusung 2024 sebagai Capres dan Cawapres,” kata Bima, dilansir dari Beritasatu.com, Senin (1/8/2022) .

Kata dia, setelah nama-nama itu diputuskan dalam Rakernas, selanjutnya akan kembali didiskusikan kembali bersama Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Golkar dan PPP.

“Nama-nama itu dikomunikasikan dengan KIB. Dibicarakan lagi bersama-sama. Kan ada 6 nama, kita akan diperjuangkan di KIB,” kata Bima.

Pun tidak secara tegas Bima menyebutkan 6 nama-nama yang diusulkan PAN. Beberapa nama santer disebut Bima akan diusulkan PAN sebagai Capres atau Cawapres 2024 seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Menteri BUMN Erick Thohir, atau Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

Beberapa waktu lalu, Bima mengatakan bahwa pihaknya memiliki sejumlah kriteria dalam menyaring enam nama untuk menjadi capres atau cawapres.

Kriteria paling utama adalah sosok yang nasionalis dan religius, karena mengawal Indonesia membutuhkan moral agama dalam memimpinnya.

Kriteria kedua, enam nama yang dipilih telah memiliki rekam jejak yang baik dalam hal kepemimpinan. Baik lewat legislatif, seperti anggota DPR atau DPRD. Ataupun eksekutif, seperti kader yang pernah menjabat sebagai kepala daerah.

Ketiga, berbicara presiden yang mungkin akan memimpin bangsa ini tidak hanya lima tahun. para calon yang diusulkan PAN di koalisi haruslah yang berpihak pada kelanjutan generasi, visioner.

Selanjutnya, capres atau cawapres dari PAN haruslah mempunyai semangat inovasi, kolaborasi, dan terampil. Sosok yang dapat terus melakukan perubahan sebagai seorang inovator dan kolaborator.

Terakhir, calon dari PAN kuat tidak saja secara global, tapi juga lokal. Memiliki perspektif Nusantara, semangat untuk memajukan kebudayaan lokal, produk lokal, kemajuan ekonomi dengan berbasiskan kebudayaan.