Wakil Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Achmad Hafisz Tohir memandang, pemimpin Junta Militer tidak pantas duduk di KTT ASEAN, karena telah merebut kekuasaan dengan menumpahkan darah rakyatnya.

“Ini menciderai demokrasi sebagai peradaban yang terbaik dalam sistem pertukaran kekuasaan,” kata Hafisz, dilansir dari Kompas.tv, Senin (26/4/2021).

Menurutnya, Indonesia sebagai tuan rumah harus mendesak Junta Myanmar segera menghentikan kekerasan, membebaskan ribuan tahanan, memulihkan demokrasi, dan mengadakan dialog damai dengan seluruh unsur politik di negara tersebut.

“Indonesia mendukung Konvensi PBB yang menentang penyiksaan,” kata politisi dari Fraksi PAN itu.

Indonesia, sambung Hafisz, bisa meminta penjelasan kepada delegasi Myanmar yang hadir atas krisis politik di negara yang dulu bernama Burma tersebut.

Bahkan, kata Hafisz, Indonesia memiliki hak untuk mengekstradisi para tersangka kudeta berdarah itu.

Krisis Myanmar jadi ujian serius bagi ASEAN. Ini bukan hanya masalah dalam negeri Myanmar, tapi sudah menjadi masalah regional.

“Atas case ini, maka ASEAN sedang diuji apakah bisa menyelesaikan masalah krusial ini. Mengingat, ini bukan masalah internal bagi Myanmar saja, tetapi merupakan krisis kemanusiaan dan HAM besar yang berdampak bagi seluruh kawasan sekitar Myanmar. Sudah ada ribuan pengungsi memasuki negara-negara ASEAN, sehingga masalah ini menjadi masalah regional,” paparnya.

Sebelumnya, Min Aung Hlaing pemimpin militer Myanmar yang menggulingkan Aung San Suu Kyi hadir di Jakarta.

Dia disebut-sebut sebagai tersangka kejahatan paling serius yang menjadi sorotan dunia. Kudeta militer ini menumbuhkan revolusi rakyat.

Banyak aksi kekerasan terhadap rakyat pro demokrasi yang dilakukan militer. Suu Kyi pun kini dipenjara oleh Junta Militer.

Krisis Myanmar jadi ujian serius bagi ASEAN. Ini bukan hanya masalah dalam negeri Myanmar, tapi sudah menjadi masalah regional.

“Atas case ini, maka ASEAN sedang diuji apakah bisa menyelesaikan masalah krusial ini. Mengingat, ini bukan masalah internal bagi Myanmar saja, tetapi merupakan krisis kemanusiaan dan HAM besar yang berdampak bagi seluruh kawasan sekitar Myanmar. Sudah ada ribuan pengungsi memasuki negara-negara ASEAN, sehingga masalah ini menjadi masalah regional,” paparnya.

Sebelumnya, Min Aung Hlaing pemimpin militer Myanmar yang menggulingkan Aung San Suu Kyi hadir di Jakarta.

Dia disebut-sebut sebagai tersangka kejahatan paling serius yang menjadi sorotan dunia. Kudeta militer ini menumbuhkan revolusi rakyat.

Banyak aksi kekerasan terhadap rakyat pro demokrasi yang dilakukan militer. Suu Kyi pun kini dipenjara oleh Junta Militer.