Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Intan Fauzi, mengajak masyarakat mengikuti anjuran pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

“Hal itu penting mengingat melawan pandemi Covid-19 butuh pemahaman dan tindakan secara bersama-sama,” kata Intan di Depok, dilansir dari Antaranews.com, Kamis (11/6).

Wakil Rakyat DPR RI Dapil Jawa Barat VI (Depok-Bekasi) ini mengaku merasa prihatin dengan kondisi mewabahnya penyebaran Covid-19 yang saat ini belum reda, termasuk Kota Depok di beberapa wilayah masih zona merah.

Ia mengatakan, semua masyarakat harus waspada tapi jangan sampai berlebihan takut terhadap virus.

Yang harus dilakukan saat ini menjaga jarak, pakai masker, cuci tangan dan tetap di rumah jika tidak ada keperluan yang mendesak.

Hal ini yang mendorong, Wakil Rakyat Kota Depok dan Kota Bekasi ini, turun langsung ke masyarakat dalam rangka memberi bantuan dan sosialisasi.

“Program bantuan sembako diserahkan secara simbolik kepada perwakilan warga, dan selanjutnya tim yang akan membagikannya secara door to door,” katanya.

Di tengah pandemi, Intan tetap melakukan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat di Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat.

Seluruh undangan yang hadir dibatasi, menggunakan masker, sarung tangan, cuci tangan, duduk berjarak lebih dari 1 meter.

Selain itu, sebanyak 20 akseptor KB hadir dalam kegiatan reses ini, sesuai dengan protokol Covid-19.

Secara simbolik diserahkan 1.000 paket sembako program BKKBN dan Komisi IX DPR RI berisi beras, minyak, gula, dan mie.

Ditambahkan juga berbagai makanan sehat berupa susu, cereal, biskuit, masker, hand sanitizer serta bagi tenaga kesehatan diserahkan APD: hazmat, handscoon, face shield dan lainnya.

Bantuan kepada masyarakat ini terus digulirkan, selama pandemi total sebanyak 10 ribu paketĀ sembako dan 10 ribu masker, berbagai APD lengkap, makanan sehat terus diberikan oleh Intan Fauzi.

Intan mengaku reses tahun ini berbeda dari sebelumnya. Kali ini, reses hanya bisa dihadiri maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dalam satu pertemuan dan tidak ada kontak fisik.

“Semua itu demi mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, saya meminta maaf kepada semua pihak manakala dalam reses kali ini tidak bisa berkumpul seperti sebelumnya,” ujarnya.

Dalam reses ini, Intan mengaku, kegiatan lebih difokuskan kepada kegiatan sosial kemasyarakatan, sosialisasi kesehatan pencegahan Covid-19 dan Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga berencana).