Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto dan sejumlah keluarga besar Partai Amanat Nasional (PAN) Banten serta Kota Cilegon, menyalurkan bantuan kepada masyarakat di Kampung Ciore Waseh dan Singkil, Grogol, Kota Cilegon, Banten.

Bantuan sembako yang disalurkan antara lain, 250 kilogram beras, mie instant, minyak goreng, gula, sarden dan teh untuk warga yang terdampak wabah virus corona (COVID-19) dan banjir bandang.

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan dalam sambutannya memuji ‘Gerakan Yandri Susanto Berbhakti Untuk Negeri’ yang sangat aktif membagi-bagikan sembako bagi masyarakat di sejumlah wilayah.

Ketua umum DPP PAN ini kemudian memerintahkan seluruh kader partainya aktif menyalurkan bantuan bagi masyarakat.

“Bangsa dan rakyat ini membutuhkan peran dan sumbangsih PAN pada perbaikan hidup dan kehidupan masyarakat. Kita harus mampu menunjukan jati diri sebagai sebuah partai yang amanah,” ujar Zulhas, seperti dikutip dari JPNN.com, Jumat (8/5).

Sementara itu Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto mengatakan, datang ke Kampung Ciore Waseh bersama Zulkifli Hasan, karena daerah tersebut mengalami dua musibah sekaligus. Yaitu terdampak Covid-19 dan musibah banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Kami hadir ikut merasakan, ikut andil, membantu semampu kami, namanya cukup ya enggak mungkin cukup, tetapi kepedulian yang lebih penting, saling mendoakan supaya kuat menghadapi bencana,” ucapnya.

Yandri mengaku melihat betapa dahsyatnya banjir bandang yang menerjang Kampung Ciore Waseh lewat potongan video yang viral di media sosial.

“Ketika melihat kiriman video dari Ketua PAN Cabang Grogol (Banten), saya langsung berkoordinasi dengan Ketua DPD PAN Kota Cilegon untuk memberikan bantuan,” katanya.

Untuk diketahui, banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kota Cilegon pada Senin (4/5) kemarin, disebut banjir terparah yang pernah terjadi sejak 33 tahun terakhir.

Banjir mengakibatkan puluhan rumah dan sejumlah harta benda milik warga lainnya rusak. Bahkan, ratusan warga terpaksa harus mengungsi.

“Perlu ada program jangka panjang, yang paling gampang adalah menertibkan semua pihak yang merusak lingkungan. Seharusnya tidak ada kompromi dengan itu,” katanya.

Lebih lanjut Yandri mengatakan, pemerintah perlu menginventarisir penyebab banjir yang terjadi di Kota Cilegon. Jangan malah dibiarkan menjadi langganan yang kerap melanda masyarakat.